Ads Word Cup UEFA 2008 Indonesia Visit Indonesia Pameran Buku

Sunday, 29 June 2008

Jiwa yang Memikat...


Bagi sang jiwa yang memeluk jiwaku
Bagi hati yang mencurahkan rahasianya pada hatiku
Bagi tangan yang menyalakan api emosiku


Jiwa yang memikat, kemanakah gerangan kau membawaku?
Kemana aku harus mengikutimu di atas jalan yang tak rata dan berliku?
Di antara karang-karang dan diliputi duri-duri?
Aku melekat dalam genggamanmu
Kubutakan diriku,
terpesona oleh kekuatan tersembunyi yang bersemayam dalam tubuhmu

Tunggu aku sesaat, dan aku akan melihat wajahmu
Lihat aku sejenak, mungkin ku bisa melihat rahasia di matamu
Mungkin kupahami dari wajahmu semua hal yang tersembunyi di balik jiwamu

Jiwa yang memikat, tunggu sebentar...
Aku letih dalam lorong itu dan jiwaku remuk oleh teror jalanan
Tunggu, kita telah sampai di persimpangan itu
Tempat kematian memeluk kehidupan
Aku tak akan beranjak sampai engkau katakan
bahwa jiwaku adalah tujuan jiwamu
Sampai kau ungkapkan dalam hatiku
kebohongan apa yang terpendam dalam hatimu..



Note:
Terinspirasi dari karya Kahlil Gibran : Sang Kekasih



Selanjutnya ......

Wednesday, 25 June 2008

Nonton KungFu Panda


Hari Minggu kemarin, begitu kelar ngurusin belanjaan mingguan, ditenteng Reza dan papanya ke Nagoya Hill. Rencana awal sih mo iseng-iseng cuci mata doang, eh lagi asyik antre di dalam toiletnya mall, ditelpon Reza. "Ma, nonton yuk." Trus kubilang, aku cuma mau nonton kalau filmnya KungFu Panda. Dan bener tuh, setelah sekian lama keasyikan di toilet, aku langsung meluncur ke twenty one, ternyata tiket sudah dibeliin. Ya udah deh, walau sudah telat 15 menit, akhirnya nonton Kungfu Panda juga deh.

KungFu Panda, film produksi DreamWorks dan disutradarai oleh Mark Osborne dan John Stevenson (Shrek) ini merupakan komedi animasi tentang seekor panda yang mualas betul bernama Po. Berlatar belakang legenda cina kuno, ini adalah kisah Po, yang sama sekali tidak memiliki ciri-ciri pahlawan apalagi di dunia kungfu. Tubuh gendut si Panda dan ulahnya selalu bikin tertawa penonton.

Po adalah si panda yang berjualan mie dan selalu bermimpi untuk menjadi jago kungfu. Tetapi dia takut mewujudkan impiannya karena ayahnya berharap dia mewarisi usaha mie yang dimilikinya.
Keinginan Po untuk jadi jago kung fu tak tertahankan lagi ketika sebuah perguruan kung fu ternama, Valley of Peace mencari pendekar naga. Ia pun pergi ke tempat audisi, hingga sebuah kebetulan membawanya menjadi murid perguruan tersebut dan dianggap sebagai si pendekar naga.


Di perguruan itu, Po bertemu jagoan kung fu yang sudah sejak lama diidolakannya Furious Five. Lima jago kung fu itu terdiri dari Tigress (Angelina Jolie), Monkey (Jackie Chan), Mantis (Seth Rogen), Viper (Lucy Liu) dan Crane (David Cross).

Sayang pertemuan pertama dengan Furious Five tak meninggalkan kesan baik untuk Po. Kelima jagoan itu melecehkan Po yang dipilih oleh Master Oogway (Randall Duk Kim). Po dianggap tak layak menjadi pendekar naga dan mengalahkan Tai Lung (Ian McShane).

Tai Lung sebenarnya juga murid perguruan kung fu yang dipimpin Master Oogway. Tadinya ia adalah murid kesayangan Master Shifu (Dustin Hoffman). Namun karena ketamakanannya, Tai Lung kini mendekam di penjara.
Master Oogway mendapat firasat kalau Tai Lung akan melarikan diri. Firasat tersebut ternyata benar. Ia bisa kabur dari penjara yang dijaga ribuan tentara.
Sementara Tai Lung berhasil kabur dan akan membalas dendam, Po masih terpuruk pada rasa tidak percaya dirinya sebagai pendekar. Tubuh gendutnya dianggap sebagai kelemahan terbesarnya untuk belajar kung fu. Bahkan gurunya pun, Master Shifu meragukannya.
Ketika Master Oogway mangkat, Master Shifu percaya kalau Po bisa jadi pendekar naga. Ia melatih Po dengan trik khusus yang memang berbeda dengan ketika ia melatih Furious Five.

Sampai adegan ini aku kelaparan, maklum dari pagi belum sempat makan. Jadi papanya Reza keluar studio dulu dan kembali dengan membawa hotdog panas, pop corn dan tiga kotak teh sosro (duuuh ngiklan!), lumayaaaan...buat ganjel perut.

Terusin yuk...
Akhirnya Po mencoba menjadi pahlawan kungfu demi menyelamatkan Valley of Peace dan mempelajari bahwa jika ia percaya dirinya sendiri, ia dapat melakukan apapun.
Di adegan inilah aku terkesan banget, karena dokumen yang diperebutkan Tai Lung, dan hanya boleh di berikan ke Pendekar Naga hanyalah dokumen kosong tanpa tulisan apa-apa. Juga ketika ayah Po menerangkan bahwa sebenarnya tidak ada resep rahasia dalam masakan mie mereka. Dari situlah rasa percaya diri Po tumbuh.

Begitulah saudara-saudara, walau aku nonton filmnya, cerita di atas nggak murni tulisanku semua ya, aku sambil comot sana sini, he..he..lagi muales sih, ketularan si Panda...(wuaaa...cari alasan!).

Selanjutnya ......

Saturday, 21 June 2008

Setahun Berlalu...


Selamat Ulang Tahun Blog Ke - Satu

Terimakasih banget ya Abu Raihan atas ucapan ultah di atas untuk blog ini, bagus sekali & I like it.

Nggak terasa, ternyata usia blog ini sudah satu tahun.
Tanggal ini, setahun yang lalu , ketika kumulai untuk menulis blog ini.
Berawal dari kegemaranku blogwalking ke blog mana-mana di tahun 2005 (aku jadi ingat kisah tentang Natasya Anya (Sha) & Dan yang menghebohkan dunia perbloggeran waktu itu) sehingga begitu banyak blog yang membahas tentang kasus tersebut. Aku keasyikan membaca blog orang-orang (diantaranya blog yang sering kuintip adalah blognya seleblog Enda Nasution & Priyadi). Sayangnya, waktu itu, aku belum punya blog dan tidak tahu cara membuat blog , jadi tiada jejak yang dapat kutinggalkan di blog mereka.

Satu lagi blog yang sering kuintip, yaitu blognya temenku Ipon & almarhumah sahabatku, Inong . Almarhumah adalah teman di milis Dapur Bunda dan Dunia Ibu. Aku suka dengan postingan tentang masakan dan kue-kuenya, juga postingan tentang cerita putra putrinya Zidan dan Syifa. Sempat bertemu almarhumah beberapa bulan sebelum Allah memanggilnya. Dari sering membaca blog dialah akhirnya aku terinspirasi untuk membuat blog.

Aku tidak berani bertanya kepada siapa-siapa (hmm…lebih tepatnya malu bertanya), bagaimana cara membuat blog. Aku mulai semuanya dengan meng klik tulisan "create blog" di navbar blognya alm. Inong. Dari situlah awal pembuatan blog ini. Aku hanya mengikuti langkah-langkah yang ada di dalamnya sesuai petunjuk. Untuk selanjutnya, setelah mengenal banyak teman blogger, ada beberapa hal yang akhirnya kutanyakan kepada mereka untuk membuat pernak pernik blog.

Karena nggak pe-de, aku baru berani mempublish blog ini beberapa hari setelah pembuatannya. Masih kuingat teman-teman yang berkunjung di awal-awal pembuatan blog ini adalah Komering (sudah ganti alamat ya Om?), om Koz, bunda Ofa, Eagle, bang Dhika, adiknya almarhum Inong alias Neng In dan kemudian menyusul teman-teman yang lain.
Komentar pertama digoreskan oleh neng In pada postingan ketiga.
Blog ini tidak ditujukan untuk tema tertentu, jadi isinya benar-benar gado-gado, sesuai mood pemiliknya. Kini, dalam setahun usianya, blog ini telah berganti layout sebanyak 4 kali, salah satunya adalah buatan mas Nataludin (thanks banget mas), telah menghasilkan 127 postingan yang terpublish dan 2952 komentar.

Seperti halnya iman, maka proses penulisan blog ini juga mengalami pasang surut. Ketika sedang semangat-semangatnya, aku bisa meng-update blog ini dua atau tiga kali dalam seminggu. Dan ketika kejenuhan dan berbagai alasan lain muncul (seperti saat-saat sekarang ini), terpaksa blog ini terbengkalai dan hanya terupdate 2 atau 3 kali sebulan.
Melalui blog ini aku mendapatkan banyak hal, kegembiraan, semangat, kekonyolan, keisengan, kegundahan, kejengkelan, kesedihan dan teman, baik teman yang benar-benar bisa dianggap teman, bisa saling mendengarkan dan berbagi , bisa dijadikan sahabat (special thanks untuk "kamu" dan dua orang sahabatku), maupun teman yang ternyata hanya bisa “menggunting dalam lipatan”.

Terimakasih untuk teman-teman yang telah rajin berkunjung, menyapa di shout box dan memberi komentar di blog ini, terutama para top komentator (Novee, Ayuk Devie, GusKoko, Eagle, Icha, Sarah yang lagi ngilang, mas Totok, Tia, seleblog Anang dan om Koz ), teman-teman lain yang juga rajin menyapa & berkomentar yang nggak bisa disebutkan satu persatu (entar tulisannya panjang dan penuh dengan nama2 doang).
Terimakasih juga untuk teman-teman yang selalu memberiku inspirasi dan semangat (untuk menulis), baik lewat tulisan di shout box, di yames ataupun melalui sms (mas Ewa, Anang, mas Alim, Gus Koko, Tony….hmm..siapa lagi ya?)

Untuk semua pengunjung blog ini ( aku nggak mungkin kan menyebutkan semua nama), thanks banget ya, kehadiran kalian sangat berarti & memberi warna untuk blog ini.



Selanjutnya ......

Saturday, 14 June 2008

Menghindari penyakit “Economy Class Syndrome”

Barusan baca Erabaru News dan nemu artikel ini. Aku merasa aneh saja dengan nama penyakitnya, makanya ku share saja di sini, siapa tahu bermanfaat.
"Economy Class Syndrome" atau Sindrom Kelas Ekonomi adalah penyakit tersumbatnya aliran darah yang biasanya terjadi karena terlalu lama duduk secara pasif atau tidak bergerak di suatu tempat, biasanya diderita oleh penumpang pesawat di kelas ekonomi.


Karena perjalanan yang cukup lama dan tempat duduk yang sudah sempit, ditambah dengan orang yang cukup buesar badannya duduk di samping kita dan orang yang duduk di depan kita secara egois menurunkan (recline) tempat duduknya dengan seenaknnya tanpa memikirkan orang di belakangnya maka lengkaplah penderitaan kita di kelas ekonomi.

Tanda-tanda penyakit ini mulai dari yang ringan seperti kram di kaki, kesemutan bahkan sampai tersumbatnya aliran darah yang dapat mengakibatkan kurang baik bagi kesehatan.

Walaupun tidak semua orang yang duduk di kelas ekonomi mengalami hal seperti ini, tidak ada salahnya untuk mengetahui bagaimana menghindari ECS (Economy Class Syndrome).

Usahakan mendapat tempat duduk pada bagian luar (aisle seats) atau emergency seats yang biasanya mempunyai ruang kaki yang lebih luas.

Jangan mengenakan pakaian yang terlalu ketat termasuk stocking yang tinggi karena dapat menghambat sirkulasi darah.

Perbanyak minum air/juice tetapi hndari kopi (coffee) dan alkohol (Alcohol).

Usahakan selalu bangun dan sedikit berjalan di "gang" pesawat sesering mungkin (secara periodik).

Lakukan sedikit olahraga kecil dengan menggerak-gerakkan tumit dan kaki untuk merperlancar aliran darah dari kaki ke jantung.

Sumber Berita:
- http://www.american heart.org/ presenter. jhtml?identifier =3010041
- http://www.economyc lasssyndrome. net/steps. htm

Selanjutnya ......

Tuesday, 10 June 2008

I've learned ...


I've learned that you cannot make someone love you...
All you can do is be someone who can be loved, the rest is up to them.
I've learned that no matter how much I care, some people just don't care back.
I've learned that it takes years to build up trust and only seconds to destroy it.
I've learned that it's not what you have in your life but you have in your life that counts.

I've learned that you can get by on charm for about fifteen minutes, after that, you'd better know something.
I've learned that you shouldn't compare yourself to the best others can do, but to the best you can do.
I've learned that it's not what happens to people, it's what they do about it.
I've learned that no matter how thin you slice it, there always two sides.
I've learned that you should always leave love ones with loving words, it may be the last time you'll see them.
I've learn that you can keep going long after you think you can't.

I've learned that heroes are the people who do what has to be done when it needs to be done, regardless of the consequences.
I've learned that sometimes when I'm angry I have the right to be angry, but that doesn't give me the right to be cruel.
I've learned that true friendship continues to grow even over the longest distance, some goes for true love.
I've learned that just because someone doesn't love you the way you want them to doesn't mean they don't love you with all they have.

I've learned that no matter how good a friend is, they're going to hurt you every once in a while and you must forgive them for that.
I've learned that is not always enough to be forgiven by others, sometimes you have to learn to forgive yourself.
I've learned that no matter how had your heart is broken, the world doen't stop for your grief.
I've learned that our background and circumtances may have influenced who we are, but we are responsible for who we become.

I've learned that just because two people argue, it doesn't mean they don't love each other.
And just because they don't argue, it doesn't mean they do.

I've learned that sometimes you have to put the individual ahead of their actions.
I've learned that two people can look at the exact something and see something totally different.
I've learned that no matter the consequences, those who are honest with themselves get farther in life.
I've learned that your life can be changes in a matter of hours by people who don't even know you.
I've learned that even when you think you have no more to give, when a friend cries out to you, you will find the strength to help.

I've learned that writing, as well as talking, can ease emotional pains.
I've learned that the people you care most about in life are taken from you too soon.
I've learned that it's hard to determine where to draw the line between being nice and not hurting people's feelings and standing up for what you believe.

I've learned to love and be loved.
I've learned.....

Quote by :Ower B. Whasington.


Bukan Terjemahan Sebagian dari Tulisan di Atas

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat memaksa orang lain mencintai
saya, saya hanya dapat melakukan sesuatu untuk orang yang saya cintai..

Saya belajar, bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun
kepercayaan dan hanya beberapa detik saja untuk menghancurkannya..

Saya belajar, bahwa orang yang saya kira adalah orang yang jahat,
justru adalah orang yang membangkitkan semangat hidup saya kembali serta
orang yg begitu perhatian pada saya..

Saya belajar, bahwa sahabat terbaik bersama saya dapat melakukan
banyak hal dan kami selalu memiliki waktu terbaik....

Saya belajar, bahwa persahabatan sejati senantiasa bertumbuh,
walau dipisahkan oleh jarak yang jauh. Beberapa diantaranya melahirkan
cinta sejati...

Saya belajar, bahwa jika seseorang tidak menunjukkan perhatian
seperti yang saya inginkan, bukan berarti bahwa dia tidak mencintai saya....

Saya belajar, bahwa sebaik-baiknya pasangan itu, mereka pasti
Pernah melukai perasaan saya.....dan untuk itu saya harus
memaafkannya...

Saya belajar, bahwa saya harus belajar mengampuni diri sendiri dan orang lain...., kalau tidak mau dikuasai perasaan bersalah terus menerus....

Saya belajar, bahwa tidak masalah berapa buruknya patah hati itu, dunia tidak pernah berhenti hanya gara-gara kesedihan saya...

Saya belajar, bahwa saya tidak dapat merubah orang yg saya sayangi, tapi semua itu tergantung dari diri mereka sendiri....

Saya belajar, bahwa lingkungan dapat mempengaruhi pribadi saya, tapi saya
harus bertanggung jawab untuk apa yang saya telah lakukan....

Saya belajar, bahwa dua manusia dapat melihat sebuah benda, tapi kadang dari sudut pandang yang berbeda....

Saya belajar, bahwa tidaklah penting apa yang saya miliki, tapi yang penting adalah siapa saya ini sebenarnya....

Saya belajar, bahwa tidak ada yang instan atau serba cepat di dunia ini, semua butuh proses dan pertumbuhan, kecuali saya ingin sakit hati...

Saya belajar, bahwa saya harus memilih apakah menguasai sikap dan emosi atau sikap dan emosi itu yang menguasai diri saya...

Saya belajar, bahwa saya punya hak untuk marah, tetapi itu bukan berarti saya harus benci dan berlaku bengis....

Saya belajar, bahwa kata-kata manis tanpa tindakan adalah saat perpisahan dengan orang yang saya cintai...

Saya belajar, bahwa orang-orang yang saya kasihi justru sering diambil segera dari kehidupan saya....

Love doesn't make the world go round.
Love is what makes the ride worth while.

Terjemahan dari majalah People Asia

Selanjutnya ......

Wednesday, 28 May 2008

Sang Maha Pemancar Kasih Sayang (Ar Ro'uuf)

Akhirnya kumengerti...
bahwa apabila di panggung kehidupan ini ENGKAU
letakkan kejadian yang membangkitkan amarah
dan benci : itu adalah peluang bagiku buat
memperoleh rasa cinta yang tertinggi

Akhirnya kumengerti...
bahwa apabila muncul di hari-hariku sesuatu yang
merangsang pamrih dan dengki : itu adalah kesempatan
bagiku untuk mengolah pengabdian sejati

Akhirnya kumengerti...
bahwa apabila ditampar aku oleh peristiwa yang
menumbuhkan sikap kejam dan tangan belati: itu
adalah anugerah bagiku untuk belajar menggenggam
cinta kasih yang paling murni

Dan akhirnya kumengerti, KEKASIH, akhirnya
kumengerti, bahwa apabila pada suatu hari ENGKAU buta
gelapkan pandanganku: tak lain itu adalah isyarat
agar aku tak lupa memohon pencahayaan matahari-MU

***

" Dari buku 99 nama - nya Ca' Nun "

Semoga bisa menjadi renungan bagi siapa saja yang membacanya.

Selanjutnya ......

Sunday, 18 May 2008

Ke Sentosa Island


Terimakasih untuk teman-teman yang rajin menyapa aku, baik di Shoutbox, di YM (offline message, karena aku jarang OL) maupun lewat sms dan telpon selama aku nggak sempat update blog dan nggak sempat blogwalking (rasanya lebih dari seminggu deh).

Ini adalah salah satu postingan yang tertunda. Tiga minggu lalu, sepulang kerja hubby bilang " Minggu ke Singapore lagi yuk, ke "Sentosa Island". Sentosa Island merupakan pulau buatan yang ada di Singapore.
Aku dan Reza langsung bilang "IYA"....masak sih nolak he..he...

Kali ini kami nggak mau berangkat dengan ferry pertama, terlalu pagi. Jadi kami naik ferry kedua dari pelabuhan ferry Batam Centre. Jam 06.30 kami berangkat dari rumah.
Hampir setengah sepuluh pagi ketika kami sampai Singapore. Kami biarkan Reza menjawab sendiri pertanyaan dari petugas imigrasi di sana (sambil kami lihat dari jauh).
Semuanya lancar. Untuk menuju ke Sentosa Island, sebenarnya bisa ditempuh dengan berbagai cara, dengan cable car, bus, taksi, kendaraan pribadi ataupun monorail. Kami memilih yang terakhir, yaitu monorail. Kemudian kami langsung menuju ke Harbour Front lantai 3 (Vivo City), membeli tiket "Sentosa Express" seharga Sin $3 per orang. Ini dia ketika kami menunggu "Sentosa Express" datang .

Kami memilih untuk turun di "Beach station". Di sana kami berjalan kaki di sekitar Siloso Beach. Cuaca Singapore yang terik membuat kami berkeringat. Sempat melewati Oscar & Co.






Di sana juga banyak terdapat Bikini Bar, semacam Bar yang didirikan di atas pasir, lengkap dengan segala jenis minuman, dan juga tempat berjemur untuk para turis. Of course, mereka yang berjemur hanya mengenakan bikini saja.


Sempat beristirahat sejenak di salah satu pinggiran pantai sambil makan roti bekal kami dari rumah, kami meneruskan perjalanan ke Underwater world. Untuk ke sana, kami memilih naik tram yang disediakan secara gratis di area Sentosa Island (sayang nggak kepotret deh waktu naik tram).
Langsung deh antre beli tiket untuk masuk ke Underwater world. Harga tiket untuk dewasa Sin$ 19.9 per orang, sedangkan anak-anak sebesar Sin$ 12.7. Tiket ini sudah termasuk paket untuk melihat pertunjukan lumba2 di Dolphin Lagoon.


Tidak seperti fish park yang kebanyakan ada di Indonesia (maaf ya), dimana kondisi di dalamnya panas dan bikin gerah, maka Underwater World ini ber AC, dingin banget, dan menggunakan travellator untuk berkeliling di dalamnya.

Buat Reza, melihat dengan jelas ikan-ikan yang bahkan ukurannya lebih besar dari manusia dan beberapa jenis di antaranya nyaris nggak pernah kita lihat , sungguh merupakan hal yang menakjubkan. Contohnya melihat Ammonite dan Japanesa Giant Spider Crab ini:






Sempat juga kita melihat petugas yang menyelam untuk memberi makan ikan-ikan tersebut. Ada juga pertunjukan ikan pari di sana, di mana ikan pari yang cukup besar di letakkan dalam sebuah kolam, kemudian para pengunjung diperbolehkan memberi makan ikan pari tersebut dengan makanan ikan pari yang dijual di sana. Lucu juga lho lihat kepala dan mulut ikan pari tersebut nongol-nongol di pinggir kolam begitu melihat tangan kita.


Puas berkeliling di underwater world, kita istirahat dan mencari makan siang di food court terdekat. Yaa...dapatnya nasi ayam dan ini nih, mie yang mirip mie aceh dari penampakannya, namanya cutlet noddle tapi hambar rasanya (nggak ada yang bisa ngalahin makanan Indonesia ya), di atas mie ada potongan ayam goreng yang juga hambar rasanya. Dan untuk seporsi mie ini, harganya nyaris Sin$ 8 . Sayang nggak sempat motret nasi ayamnya.


Setelah kenyang, kita meneruskan perjalanan ke Imbiah, menggunakan bus yang disediakan di Sentosa Island, busnya bersih, berAC dan gratis!


Kami berhenti di Sentosa 4D Magix, karena Reza ingin nonton film 4 Dimesi. Kami memilih untuk menonton film Pirates, harga tiket cukup mahal untuk film yang hanya berdurasi sekitar 30 menit, sekitar Sin$ 16 per orang dewasa dan anak-anak Sin$ 9.5. Nonton film ini sampai terkaget-kaget, karena kita serasa masuk di dalamnya, ketika air laut menyemprot, kitapun benar-benar terkena semprotan air, ketika digambarkan banyaknya kepiting yang berseliweran, di kaki ini rasanya memang bener-bener banyak kepiting yang lagi jalan-jalan, sampai-sampai aku ketakutan dan menaikkan kaki ke kursi, ha...ha...ha...!

Puas nonton, kami meneruskan perjalanan dengan bus gratisan lagi, menuju Palawan Beach sambil menunggu jam buka pertunjukan lumba2 di Dolphin Lagoon.


Waaah, panas bener, kami tiduran di tepi pantai, sambil memandangi para turis yang ada di sana. Sekitar jam 3 (S'pore time), kami bergegas menuju ke Dolphin Lagoon yang letaknya masih di area Palawan Beach.

Sudah banyak turis yang ada di sana, di bawah tenda, di tengah teriknya cuaca, menunggu pertunjukkan di mulai.
Ini dia salah satu potonya.


Begitu pertunjukkan selesai, kami bergegas ikut antre beramai-ramai dengan turis yang lain, menunggu bus menuju ke Imbiah kembali. Saking banyaknya yang antre, kami baru mendapatkan tempat duduk ketika bus ke 7 datang. Sesampai di Imbiah, kami sempat berpoto ria di sekitar Merlion Walk, Image of S'pore, dan the Merlion sebelum menemukan kembali stasiun monorail di sana.




Naik Sentosa Express lagi menuju ke Vivo City di Harbrount Front dan kemudian kami kembali lagi ke Batam dengan ferry jam 7 malam. Lelah yang mengasyikkan!

Selanjutnya ......