Bukankah Orang-orang itu Lucu?


"Ani dan Aku, bukankah orang-orang itu lucu?"
Tiba-tiba saja aku teringat lagi dengan kalimat itu. Kalimat yang dituliskan oleh Aty, teman semasa SMA kelas satu di buku kenang-kenanganku. Aty yang kutahu adalah Aty yang rajin beribadah, santun, dan cerdas. Kami berdua sama-sama pendiam, suka membaca dan tidak menyukai hiruk pikuknya dunia remaja.
Aku tidak ingat tulisan teman2 yang lain, tapi tulisan Aty yang hanya satu kalimat, membuatku terpaku waktu itu.
"Apa artinya ?" kataku. Tapi Aty hanya menjawabku dengan seulas senyum manisnya.
Aty, mungkin kamu lihat wajah bingungku waktu itu.
Walau kemudian kita kuliah di universitas yang sama dan tinggal berdekatan, kita tidak pernah membahasnya lagi, kita sama-sama sibuk dengan urusan kuliah, mengejar prestasi .
Tapi, kalimat itu sangat terpatri dalam ingatanku.

Sekarang aku bisa membenarkan kata-katamu.
Setelah sekian puluh tahun berlalu, dan kulewati asam garamnya kehidupan, aku kini mengerti maksudmu.
Apakah kamu juga pernah membayangkan kita berdua ada di atas awan dan memandangi orang-orang yang lalu lalang di bumi ini? Kita lihat beberapa manusia saling mengasihi, saling membantu, tapi di belahan bumi yang lain kita juga melihat manusia satu sama lain saling mencurangi, saling menyakiti, saling iri dan dengki. Bahkan banyak manusia yang merasa seolah-olah lebih tahu dari manusia yang lain tanpa melihat (bahkan mungkin saja merasa lebih tahu dari yang menciptakannya), kemudian mereka menghakimi saudara mereka sendiri sesuai dengan persangkaan mereka? Semuanya aneh bukan buat kita (hmm....kamu lebih suka menyebutnya "lucu")?
Mungkin seperti kita melihat sebuah sandiwara ya? Kita ikut senang ketika cerita berakhir bahagia, ikut marah ketika penjahat menyakiti tokoh utama dan ikut sedih ketika cerita berakhir duka.

Tapi aku yakin, aku dan kamu sama-sama tak ingin terseret ke dalam alur ceritanya. Mungkin lebih nyaman buat kita untuk mematikan rasa. Yah rasa apa saja. Lalu kemudian kita berdua saling tanya, apakah pantas kita membiarkan semuanya terjadi begitu saja? Kita bisa apa? Akankah ada yang mendengar suara lirih kita ?
Atau justru kita akan berpikir, bukankah semua sudah ada yang mengaturnya? ini sudah kehendakNya dan kita hanya menjalaninya.
Kalau saja kita bisa mengubahnya. Tapi kita bukan siapa-siapa, kita hanyalah ciptaanNya, yang hanya mampu melihat tingkah polah manusia dari atas gumpalan awan, dari atas pelangi. Yuk ah kita turun lagi ke bumi !

*ehmm...aku tak tahu apa yang kutulis tadi, mungkin hanya sebuah lamunan di senja hari*




Comments :

20 comments to “Bukankah Orang-orang itu Lucu?”
Anang said...
on 

wis to buk sing sabar ae jalani hidup!! semangat!!!

masenchipz said...
on 

ya... emang semua ada yang mengaturnya...
jalani aja dengan ikhlas... wokke

sayurs said...
on 

setuju bunda, get positive and keep spirit !! *nyambung ga to?* :D

Masciput said...
on 

dan di dunia ini tidak akan berhenti dari hal-hal yang lucu! oh manusia!

firdaus.a said...
on 
This post has been removed by the author.
firdaus.a said...
on 

*ya di atas barusan salah*

Kalo kata sebuah lagu keroncong...

"Banyak ngelamun, bikin rambut ubanan...
.....
Nikmatin idup sapri apa adanya... goyyang..."

Gitu bu'... he..he..

tyas said...
on 

masih untung kalo kita bisa ngeliat 'lucu'nya orang2..
kalo yg bisa kita liat cuma sedihnya aja??
idup memang tergantung sudut pandang kita ya mbak..

Eucalyptus said...
on 

Inilah dunia.... panggung sandiwaa... bagaimana kita melakoninya aja ya..... tetap semangat mbak!!!

mama icel said...
on 

itulah kehidupan selau ada 2 sisi..kitapun harus memilih mau di sisi yg mana..

bingung ya?..:)

ipanks said...
on 

emang kalimat itu apaan sih bu? bingung...

ikasn said...
on 

kalau saya orang paling lucu di dunia perbloggeran... *narsis mode on

bapakethufail said...
on 

kehidupan memang lucu....>>> tak jauh dari panggung kekuasaan dan perpolitikan negeri yang kita cintai ini.

namaku wendy said...
on 

hehehe dsuru pada ikutan audisi pelawak API aja mbak pada, lumayan untuk memeriahkan susana kalo lagi suntuk daripada lu-manyun;p

Riasmaja said...
on 

Hidup memang harus ikhlas, tapi tidak berdiam diri. Ketika kita inginkan sebuah perubahan... maka lakukanlah... DO IT!!! Lakukan dengan segala kekuatan dan kemampuan. Dan pasrahkan hasilnya kepada Yang Maha Kuasa... dengan Ikhlas..

papapam traffic said...
on 

harmoni kehidupan, adakalanya tampak indah dan adakalanya tidak sesuai yang kita harapkan

bank_al said...
on 

Dunia emang panggung sandiwara kata Om Kribo. Dan aku salah satu aktornya.... he he he

Btw, lagunya bikin hati bergetar mbak, jadi ingat sang kekasih hati yg jauh di sana.

arielz said...
on 

yah, that's life all about,
gimana cara manage pilihan2 hidup untuk kemudian mempertanggugjawabkan kepada-Nya
mau dibikin simpel ya bisa simpel, mau dibikin ruwet ya bisa ruwet :p

Ani said...
on 

To All:
Thankyou banget ya komen2 dan semangatnya. Wis you all the best.

treen said...
on 

bukankah hidup hanya permainan (sama gak dengan lelucon?). yang penting mencari bekal setelah hidup.

Ariek said...
on 

Slalu semangat dengan Tujuan dan motivasi diri.

Post a Comment

Related Websites

 

DigNow.org My Zimbio
Top Stories